Tidak semua orang pintar bisa mengajar

Tulisan ini adalah rekaman obrolan malam kamis kemarin bersama iponk, bayu, phia dan riyanto di tower 2. Saya berbagi cerita mengenai perjalanan saya menjadi seorang trainer. Saya bercerita, materi pelatihan yang saya bawakan di beberapa daerah adalah kemampuan dasar tentang komputer, sebuah kemampuan yang mungkin sudah dikuasai banyak orang. Saya menekankan bahwa tidak semua orang pintar bisa mengajar. Kok bisa ?

Ketika kita mengajar, selain kita harus menguasai materinya, kita harus memiliki kemampuan komunikasi yang baik, bagaimana menjalin keakraban dengan peserta sehingga peserta merasa nyaman dalam proses belajar. Selain itu, bagaimana kita mampu memimpin diri kita, penyikapan kita ketika menghadapi situasi apapun seperti ada peserta yang sok pintar, ada peserta yang memang pintar, ada peserta yang malas-malasan belajar dan situasi lainnya. Tentu akan runyam keadaannya ketika kita menyikapinya dengan emosional.

Saya mencoba menarik mundur dulu, bagaimana membangun kapasitas diri untuk menuju ke arah menjadi seorang trainer. Saya berbagi mengenai tahapan-tahapan awal, mulai dari 4 tahap yaitu:

  1. Mempelajari kemampuan tertentu
    tentukan area fokus, saya ingin menjadi trainer apa? misalkan trainer dasar-dasar komputer, maka pelajari lah ilmunya.
  2. Menuliskan kemampuan yang kita miliki dalam bentuk panduan
    setelah kita menguasai ketrampilan tertentu, tulislah dalam bentuk panduan. Paksa diri kita untuk menuangkan kemampuan dan ketrampilan dalam bentuk tulisan dengan harapan orang yang membaca panduan tersebut mudah memahami dan mempraktekkannya. Di sisi lain, ini latihan untuk menuangkan isi kepala dalam bentuk tulisan. Seorang trainer profesionaal dituntut memiliki kemampuan menulis panduan ataupun laporan.
  3. Berbagi pengetahuan melalui website
    Salah satu cara mudah berbagi pengetahuan adalah melalui website/blog. Di sisi lain, cara ini akan memperkuat personal branding kita. Dari tulisan yang kita buat, orang lain akan menilai kapasitas dan kompetensi kita.
  4. Berbagi pengetahuan lewat tatap muka
    Memperbanyak jam terbang mengajar, baik mengajarkan ilmu ke sesama teman maupun mengajarkannya ke orang lain diluar organisasi. Dalam proses ini, kemampuan berkomunikasi kita akan diasah, bagaimana menghidupkan suasana, bagaimana membuat peserta nyaman, bagaimana membahasakan materi sehingga lebih mudah dimengerti dan lain sebagainya.

Apabila 4 tahap ini sudah dilewati, Anda akan dicari banyak orang untuk diminta menjadi trainer atas ilmu dan pengetahuan yang anda miliki.

Hope it inspiring 🙂

Sugeng Wibowo

Sugeng Wibowo adalah ICT Specialist Penabulu, Founder TemanWeb, pecinta web, musik akustik dan kopi hitam.