Cerita dari Cirebon: Saya tidak Gaptek!

Saya ingin berbagi pengalaman minggu lalu ketika saya mengisi pelatihan buat para aktivis perempuan di Cirebon. Sebenarnya pesertanya ada juga yang laki-laki, tapi bisa dibilang 90% pesertanya perempuan. Saya mengajarkan bagaimana mereka lebih mengenal komputer, ponsel dan internet, bisa mengoptimalkan dan mengamankan perangkat yang mereka miliki.

Buang dari kepala teman-teman bahwa saya GAPTEK!

Tidak! teman-teman ngga gaptek, buktinya kalian punya ponsel, bisa internetan, bisa mengoperasikan komputer. Kalimat itu saya sampaikan di awal sesi yang saya minta peserta lakukan. Ini persoalan mental dan mindset, ketika kita menilai diri kita gaptek terus menerus, maka gaptek lah kita sampe tua. Sebenarnya, bagi siapapun yang setiap hari pegang ponsel, internetan, mengoperasikan komputer, maka sejatinya kita sudah akrab dengan teknologi dan tidak layak disebut gaptek.

Ketika kata gaptek kita hilangkan dari kepala kita, maka kepercayaan diri kita akan menguat dalam hal pemanfaatan teknologi. Banyak yang bisa dilakukan supaya kita semakin akrab dengan teknologi, apalagi jaman sekarang ada Google yang mempermudah kita mencari pengetahuan apapun di Internet, persoalannya adalah apakah kepikir buat kita mencari ilmu di Google ?

Walhasil, peserta lebih bersemangat dalam menyimak paparan yang saya sampaikan dan bersemangat ketika mempraktekan ilmu yang diajarkan. Ini memvalidasi konsep pengajaran yang saya amati selama ini dimana Attitude jauh lebih penting dari Hard Skill. Attitude atau sikap atau cara pandang adalah driver utama pembelajaran. Ketika wilayah-wilayah AttitideĀ sudah beres, maka kemampuan teknis akan lebih mudah dikuasai dan dikembangkan.

Sugeng Wibowo

Sugeng Wibowo adalah ICT Specialist Penabulu, Founder TemanWeb, pecinta web, musik akustik dan kopi hitam.